Prinsip-Prinsip Pengemasan Materi Pelajaran

Materi pelajaran pada hakikatnya adalah pesan-pesan yang ingin kita sampaikan pada anak didik untuk dikuasai. Pesan adalah informasi yang akan di sampaikan baik berupa ide, data/fakta, dan konsep, yang dapat berupa kalimat, tulisan, gambar, peta, ataupun tanda.
Agar pesan yang ingin disampaikan bermakna sebagai bahan pelajaran, maka ada sejumlah kriteria yang harus di perhatikan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Novelty, artinya suatu pesan akan bermakna apabila bersifat baru atau mutakhir. Dengan demikian, maka setiap guru perlu mengikuti berbagai kemajuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya.
2. Proximity, artinya pesan yang disampaikan harus sesuai dengan pengalaman siswa.
3. Conflict, artinya pesan yang disajikan sebaiknya dikemas sedemikian rupa sehingga menggugah emosi.
4. Humor, artinya pesan yang disampaikan sebaiknya dikemas dengan menampilkan kesan lucu.


Beberapa pertimbangan dalam mengemas isi atau materi pelajaran menjadi bahan belajar diantaranya adalah:
1. Kesesuaian dengan tujuan yang harus dicapai
Kesesuaian antara pengemasan bahan pelajaran dengan tujuan yang harus dicapai, seperti yang dirumuskan dalam kurikulum secara teknis harus menjadi pertimbangan pertama, sebab dalam pendekatan system tujuan adalah komponen yang utama daam proses pembelajaran artinya apapun ang direncanakan termasuk pengemasan materi pelajaran diarahkan untuk mencapai tuuan pembelajaran secara optimal.
2. Kesederhaan
Bahan pelajaran dikemas dengan tjuan untuk mempermudah sisa belajar. Dengan demikian, kesederhanaan pengemasan merupakan salah satu pertimbangan yang harus diperhatikan.
3. Unsur-unsur desain pesan
Dalam setiap pengemasan sebaiknya terdapat unsur gambar dan caption. Pengemasan materi yang hanya terdiri atas gambar atau caption saja akan mengurangi makna penyajian informasi.
4. Pengorganisasian bahan
Bahan pelajaran sebaiknya disusun dalam bagian-bagian menuju keseluruhan. Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami manakala disusun dalam bentuk unit-unit terkecil atau dalam bentuk pokok-pokok bahasan yang dikemas secara induktif.
5. Petunjuk cara penggunaan
Dalam bentuk apa pun pengemasan materi harus disusun petunjuk cara penggunaannya. Hal ini sangat penting, apalagi seandainya bahan ajar dikemas untuk pembelajaran mandiri seperti modul, pengajaran berprogram dan pembelajaran melalui kaset.

Sumber Rujukan :
Senjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana.
Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada  Media Group,
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2013. Pengembangan Kurikulum. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar