faktor yang mendorong perlunya perubahan paradigma tentang mengajar
merumuskan indikator hasil belajar sebagai tujuan pembelajaran
Indikator hasil belajar adalah tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu. Dengan demikian, indicator hasil belajar merupakan kemampuan siswa yang dapat diobservasi (observable). Artinya, apa hasil yang diperoleh setelah mereka mengikuti proses pembelajaran.
Ada empat komponen pokok yang harus tampak dalam rumusan indikator hasil belajar seperti yang digambarkan dalam pertanyaan berikut:
a. Siapa yang belajar atau yang diharapkan dapat mencapai tujuan atau mencapai hasil belajar itu?
b. Tingkah laku atau hasil belajar yang bagaimana yang diharapkan dapat dicapai itu?
c. Dalam kondisi yang bagaimana hasil belajar itu dapat ditampilkan?
d. Seberapa jauh hasil belajar itu bisa diperoleh?
Revisi Tujuan Pendidikan Bloom oleh Anderson
Pendapat Bloom Tentang Tujuan Pendidikan

Bloom mengungkapkan, bentuk prilaku sebagai tujuan pendidikan yang harus dirumuskan dapat diklasifikasika dalam 3 domain yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik.
a. Domain kognitif adalah tujuan pendidikan yang berhubungan dengan kemampuan intelektual atau kemampuan berpikir seperti kemampuan mengingat dan kemampuan memecahkan masalah yang terdiri dari 6 tingkatan yakni pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi;
b. Domain afektif berkenaan dengan sikap, nilai-nilai dan apresiasi yang memiliki tingkatan penerimaan, respon, dan menghargai;
c. Domain psikomotorik meliputi semua tingkah laku yang menggunakan syaraf dan otot badan yang biasanya berhubungan dengan bidang studi yang lebih banyak menekankan pada gerakan-gerakan atau keterampilan.
pembelajaran sebagai sistem
1. Melalui pendekatan sistem, arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan
jelas. Dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi, manakala dalam suatu proses
pembelajaran tanpa adanya tujuan yang jelas. Tentu, proses pembelajaran tidak
akan menjadi fokus, dalam arti pembelajaran akan menjadi tidak bermakna serta
sulit menentukan efektifitas proses pembelajaran.
2. Pendekatan sistem menuntun guru pada kegiatan yang sistematis.
3. Pendekatan sistem dapat merancang pembelajaran dengan
mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang tersedia.
Pentingnya Merumuskan Tujuan dalam Sistem Instruksional

Dalam bukunya, Sanjaya (2013) mengungkapkan bahwa tujuan merupakan komponen terpenting dalam pembelajaran. Adapun alasan pentingnya merumuskan tujuan dalam sistem instruksional diantaranya:
a)
Pertama, rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk
mengevaluasi efektivitas keberhasilan proses pembelajaran. Suatu proses
pembelajaran dikatakan berhasil manakala siswa dapat mencapai tujuan secara
optimal. Keberhasilan pencapaian tujuan merupakan indikator keberhasilan
pendidik merancang dan memproses pembelajaran;
b)
Kedua, tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan
panduan dalam kegiatan belajar siswa. Tujuan yang jelas dan tepat dapat
membimbing siswa dalam melaksanakan aktivitas belajar. Sehubungan dengan itu,
pendidik juga dapat merencanakan dan mempersiapkan tindakan apa saja yang
dilakukan untuk membantu siswa belajar;
Langganan:
Postingan (Atom)